Bunda sehat yang sedang hamil, semoga bunda sehat selalu, nah biar janin bunda juga sehat yuk kurangi stress ya bunda. Kenapa? karena jika bunda stress, kuatir berlebihan serta serangan panik akan berakibat pada bayi bunda saat setelah lahir lebih sering menangis.
Meskipun belum ada kepastian tentang kedua hal ini yaitu stress dan seringnya bayi menangis (cengeng). Namun pada prissipnya bahwa hormone panic yang dihasilkan saat bunda panic atau stress maka hormone itu akan merambah juga ke plasenta dan akhirnya ke janin.
Penelitian terbaru yang dilakukan oleh seorang spesialis pola asuh, Dr Clare Bailey, menyebutkan, “Para ibu dapat dengan mudah mengalami trauma negatif saat mengkhawatirkan janinnya. Semakin sering mereka mengalami cemas, semakin sedikit waktu tidur dan ketenangan yang mereka dapatkan. Nantinya, kecemasan ini dapat membuat mereka menjadi tertekan sehingga bayi jadi sering menangis dan menolak mereka.”
Studi yang dipublikasikan di jurnal Archives Of Disease In Childhood ini melakukan pengamatan kepada sekitar 300 wanita sejak awal kehamilan. Riwayat kecemasan dan depresi juga turut diperiksa dan mereka terus diwawancarai selama masa kehamilan sampai Si Kecil berusia 16 bulan. Hasilnya, 10 persen wanita dilaporkan sering menangis saat kehamilan. Lebih jauh, para ahli menemukan bahwa bayi-bayi yang lahir dari ibu dengan kekhawatiran berlebih secara signifikan lebih sering menangis dalam waktu yang lama. “
Ibu yang tenang, nyaman, dan percaya pada dirinya sendiri akan membantu bayi mengurangi tangisnya. Sementara ibu yang selalu cemas akan membuat bayi menjadi tidak nyaman. Bayi sudah dapat merasakan emosi sejak awal kelahirannya,” ujar Dr Clare Bailey, seperti dikutip dari Dailymail UK. Sebagai tambahan, Dr Harriet Hiscock dari University of Melbourne, Australia, memperingatkan suami untuk tidak menyalahkan istri saat bayinya menangis sangat penting agar tidak menambah stres Sang Istri
Tidak ada komentar:
Posting Komentar